Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

[Artikel] Beda Budget

Beda Budget
Pernah mengalami dapat dua info casting yang sama namun berbeda budget? Bagi beberapa talent pasti pernah mengalami. Mengapa hal ini bisa terjadi? Beberapa kali penulis mendapat curhat talent, awalnya mendapat tawaran cukup tinggi dari advertising, namun ketika diminta datang casting di ph budgetnya turun.

Beda budget (dengan job yang sama) biasanya dikarenakan perbedaan yang mengelola budget tersebut. Maksudnya, budget awalnya bersumber dari advertising namun setelah job sampai di ph budget berkurang karena kebijakan ph tersebut. Misal, dari advertising budget 10 juta namun ketika ph yang mendapat job tersebut open casting menjadi kurang dari itu, bisa hanya separuhnya bahkan kurang dari separuhnya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?


Hal ini semata-mata tidak sehatnya persaingan antar ph untuk mendapatkan job yang ditawarkan. Angka (baca: budget) yang diajukan untuk memproduksi sebuah iklan ditekan sedemikian rupa agar bisa bersaing dengan ph lain untuk mendapatkan job. Seperti kontraktor yang memperebutkan suatu kontrak, penawaran terendah yang akan dipilih. Hal tersebut berdampak terhadap "penghematan" pengeluaran, biasanya yang terkena pemotongan salah satunya fee talent.
Muncul pertanyaan baru, mengapa fee talent yang dipotong? Jawabannya sangat simple, karena talent mau dengan budget yang ditawarkan. Seperti hukum bisnis, jika bisa dapat harga murah mengapa harus membayar mahal. Nah, dengan cara inilah (salah satunya) ph-ph kecil atau baru menekan biaya operasional memproduksi suatu iklan agar bisa bersaing mendapatkan job.
 

Berhubung agency yang dikelola penulis sering berhubungan dengan advertising, sedikit banyak tahu berapa budget "asli" yang dianggarkan advertising untuk talent. Beberapa job pihak advertising menghubungi agency yang penulis kelola untuk mengirimkan file talent, file-file tersebut di sortir (dipilih) hingga muncul beberapa nama yang karakternya dianggap sesuai dengan talent yang dicari. Data talent yang masuk shortlist advertising dikirim kembali ke agency talent dan mencantumkan budgetnya, namun berhubung iklan tv (TVC) di produksi oleh ph maka data talent yang masuk shortlist diharuskan datang untuk dibuatkan video profile-nya. Nah, disinilah letak "kenakalan" beberapa ph yang mencoba "mempermainkan" budget yang seharusnya diterima oleh talent jika lolos.
 

Solusinya?
 

Talent yang masuk dalam shortlist disarankan untuk tidak datang jika mendapat undangan casting yang budgetnya tidak sama dengan penawaran awal, apalagi selisih budgetnya cukup jauh. Mengapa demikian? Pihak advertising tentu akan bertanya kepada ph data-data talent yang masuk shortlist, jika tidak bisa menunjukkannya, hal tersebut bisa berdampak buruk terhadap reputasi ph karena dianggap tidak mampu. Agar hal tersebut tidak terjadi, mau tidak mau untuk menjaga reputasinya (dan mendapatkan job lagi di waktu mendatang) ph akan menawarkan budget sesuai dengan yang dianggarkan advertising agar talent yang masuk shortlist mau datang casting.
Talent harus cerdas agar budget tidak dipermainkan
Namun, hal tersebut tidak mudah diterapkan karena ketidaksabaran talent. So... Jadi, sebenarnya solusi ada ditangan talent itu sendiri untuk tidak mudah tergiur budget murah meriah.

Referensi